Makam Sunan Giri Destinasi Ziarah Sarat Sejarah di Gresik

Makam Sunan Giri Destinasi Ziarah Sarat Sejarah di Gresik

Smallest Font
Largest Font

Makam Sunan Giri merupakan salah satu destinasi ziarah paling sakral di tanah Jawa yang menyimpan nilai historis, spiritual, dan arsitektural yang sangat tinggi. Terletak di atas sebuah bukit di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, situs ini bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir seorang ulama besar, melainkan simbol kejayaan dakwah Islam di Nusantara pada masa silam. Sebagai salah satu tokoh sentral dalam dewan Wali Songo, pengaruh Sunan Giri atau yang dikenal dengan nama Raden Paku melampaui batas geografis Jawa, menjangkau hingga wilayah Maluku dan Ternate melalui jalur perdagangan dan pendidikan.

Mengunjungi kompleks pemakaman ini memberikan pengalaman yang unik bagi para peziarah maupun wisatawan sejarah. Udara yang sejuk di atas bukit serta pemandangan kota Gresik dari ketinggian menciptakan suasana kontemplatif yang mendalam. Bagi masyarakat Muslim, berziarah ke makam Sunan Giri adalah bentuk penghormatan terhadap jasa beliau dalam menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya yang lembut dan inklusif. Di sini, sejarah bukan hanya dibaca melalui buku, tetapi dirasakan melalui setiap pahatan kayu dan susunan batu karang yang membentuk kompleks bangunan suci ini.

Riwayat Singkat Sunan Giri dan Pengaruhnya di Nusantara

Sunan Giri lahir dengan nama Raden Paku pada tahun 1442 Masehi. Beliau adalah putra dari Syekh Maulana Ishaq, seorang ulama dari Asia Tengah, dan Dewi Sekardadu, putri dari Kerajaan Blambangan. Masa kecil beliau dipenuhi dengan dinamika yang luar biasa, mulai dari dibuang ke laut hingga ditemukan oleh pelaut dan dibesarkan oleh Nyai Ageng Pinatih di Gresik. Latar belakang inilah yang membentuk karakter Sunan Giri sebagai sosok yang tangguh namun tetap rendah hati.

Pendidikan agama beliau tempuh di Pesantren Ampeldenta di bawah bimbingan Sunan Ampel. Di sana, beliau berteman akrab dengan Sunan Bonang. Setelah menimba ilmu, Sunan Giri mendirikan sebuah pesantren di atas bukit yang kemudian dikenal sebagai Giri Kedaton. Pesantren ini tumbuh menjadi pusat pemerintahan dan penyiaran agama Islam yang sangat berpengaruh, sehingga beliau juga dikenal dengan gelar Prabu Satmata. Pengaruh politik dan agama Giri Kedaton sangat kuat, bahkan penobatan raja-raja Islam di Nusantara Timur seringkali membutuhkan pengesahan atau restu dari penguasa Giri.

Arsitektur gerbang makam sunan giri
Arsitektur gerbang Candi Bentar yang menunjukkan akulturasi budaya Hindu-Islam di kompleks makam Sunan Giri.

Eksplorasi Arsitektur Kompleks Makam Sunan Giri

Kompleks makam Sunan Giri memiliki keunikan arsitektur yang menunjukkan adanya akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dengan nilai-nilai Islam. Bangunan ini terbagi menjadi tiga teras utama (undak-undakan) yang melambangkan tingkatan spiritualitas manusia menuju Sang Khalik. Semakin masuk ke dalam, area tersebut dianggap semakin suci.

  • Teras Pertama: Merupakan area terluar yang berfungsi sebagai tempat transit dan persiapan bagi para peziarah.
  • Teras Kedua: Di area ini terdapat beberapa makam keluarga dan kerabat dekat Sunan Giri, serta gapura-gapura bergaya Candi Bentar.
  • Teras Ketiga: Merupakan area inti atau pusat di mana bangunan cungkup utama berada. Cungkup ini melindungi makam Sunan Giri dengan ukiran kayu jati yang sangat halus dan bernilai seni tinggi.

Salah satu elemen yang paling mencolok adalah keberadaan dua patung naga yang menjaga pintu masuk ke area inti. Meski dalam Islam dilarang menyembah berhala, penggunaan ornamen ini lebih bersifat simbolis dan dekoratif, mencerminkan bagaimana para Wali Songo tidak menghapus total budaya lama, melainkan memodifikasinya dengan napas tauhid.

Aspek InformasiDetail Keterangan
Lokasi UtamaBukit Giri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur
Jam Operasional24 Jam (Terbuka untuk umum)
FasilitasMasjid, Area Parkir Luas, Pasar Rakyat, Toilet
AksesibilitasTersedia anak tangga dan jasa ojek wisata
Interior dalam makam sunan giri
Suasana di dalam cungkup utama makam Sunan Giri yang tenang dan penuh kekhusyukan.

Makna Filosofis di Balik Ornamen dan Tata Letak

Setiap jengkal dari makam Sunan Giri menyimpan pesan filosofis yang mendalam. Misalnya, penempatan makam di atas bukit bukan sekadar untuk mencari pemandangan yang indah, melainkan melambangkan proses "pendakian" jiwa menuju kesempurnaan. Dalam tradisi spiritual Jawa, tempat tinggi sering dikaitkan dengan kedekatan kepada Tuhan. Hal ini selaras dengan konsep Manunggaling Kawula Gusti dalam koridor syariat yang diajarkan oleh para wali.

Ukiran-ukiran pada kayu cungkup yang menggunakan motif bunga lotus dan sulur-suluran juga membawa pesan kesucian. Bunga lotus yang hidup di lumpur namun tetap bersih melambangkan manusia yang mampu menjaga kesucian hati di tengah godaan duniawi yang kotor. Penggunaan batu karang sebagai fondasi bangunan juga menunjukkan pemanfaatan material lokal yang adaptif terhadap lingkungan pesisir Gresik.

"Sunan Giri bukan hanya seorang pendakwah, beliau adalah arsitek peradaban yang mampu menyelaraskan antara kekuasaan politik, kekuatan ekonomi perdagangan, dan kedalaman spiritualitas dalam satu simpul yang kokoh."

Tata Cara dan Etika Berziarah di Makam Sunan Giri

Bagi Anda yang berencana mengunjungi makam Sunan Giri, ada beberapa etika dan tata cara yang perlu diperhatikan guna menjaga kekhusyukan dan kebersihan tempat suci ini. Mengingat lokasi ini merupakan situs religi yang sangat dihormati, sopan santun adalah hal yang mutlak.

  1. Berpakaian Sopan: Kenakan pakaian yang menutup aurat (busana muslim/muslimah) sebagai bentuk penghormatan.
  2. Menjaga Ketenangan: Hindari berbicara terlalu keras atau tertawa terbahak-bahak di area pemakaman.
  3. Membaca Doa: Disarankan membaca tahlil, yasin, atau doa-doa pendek lainnya dengan niat mendoakan almarhum dan memohon keberkahan dari Allah SWT.
  4. Kebersihan: Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di area anak tangga menuju bukit.
  5. Izin Fotografi: Meskipun diperbolehkan mengambil foto, pastikan tidak mengganggu peziarah lain yang sedang khusyuk berdoa.
Jasa ojek wisata sunan giri
Layanan ojek wisata yang memudahkan pengunjung mencapai puncak bukit tanpa harus kelelahan menaiki anak tangga.

Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung

Pemerintah Kabupaten Gresik telah melakukan berbagai upaya modernisasi tanpa menghilangkan nilai historis di sekitar area makam Sunan Giri. Saat ini, akses menuju lokasi sudah sangat mudah. Peziarah yang menggunakan kendaraan pribadi atau bus pariwisata dapat memarkirkan kendaraannya di terminal parkir yang telah disediakan. Dari terminal, peziarah bisa memilih untuk berjalan kaki menaiki ratusan anak tangga atau menggunakan jasa ojek wisata yang dikelola oleh warga setempat.

Di sepanjang jalur pendakian menuju makam, terdapat pasar rakyat yang menjajakan berbagai oleh-oleh khas Gresik, mulai dari otak-otak bandeng, pudak, hingga berbagai souvenir religi. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan makam wali tidak hanya memberikan manfaat secara spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan bagi masyarakat di sekitar bukit Giri.

Menjaga Relevansi Nilai Spiritual di Era Modern

Menjadikan makam Sunan Giri sebagai tujuan perjalanan bukan sekadar rutinitas tahunan atau tradisi turun-temurun. Lebih dari itu, kunjungan ke tempat ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan refleksi diri. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serba cepat dan materialistis, sosok Sunan Giri mengajarkan kita tentang pentingnya integritas, kemandirian ekonomi (lewat jalur perdagangan), dan keteguhan iman.

Vonis akhir bagi setiap peziarah adalah bagaimana membawa pulang semangat dakwah beliau ke dalam kehidupan sehari-hari. Sunan Giri berhasil membangun peradaban besar tanpa peperangan, melainkan melalui pendidikan dan seni (seperti lagu Cublak-cublak Sueng). Sangat disarankan bagi generasi muda untuk tidak hanya melihat situs ini sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai inspirasi untuk membangun masa depan Nusantara yang lebih harmonis. Menjaga dan melestarikan kompleks makam Sunan Giri adalah tanggung jawab kolektif agar cahaya spiritual dari bukit Giri tetap menyinari generasi mendatang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow