Pasar Petak Sembilan Glodok Destinasi Wisata Sejarah dan Kuliner Otentik
Pasar Petak Sembilan merupakan jantung dari kawasan Pecinan (Chinatown) Jakarta yang menawarkan pengalaman multisensori bagi setiap pengunjungnya. Terletak di kawasan Glodok, Jakarta Barat, pasar ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli biasa, melainkan sebuah artefak hidup yang merekam jejak panjang migrasi masyarakat Tionghoa ke Nusantara. Sejak pagi buta, gang-gang sempit di area ini telah dipadati oleh pedagang sayur segar, buah-buahan eksotis, hingga berbagai bahan masakan khas Tionghoa yang sulit ditemukan di tempat lain. Aroma hio yang terbakar dari vihara-vihara sekitar bercampur dengan aroma kopi legendaris dan masakan jalanan yang menggugah selera, menciptakan atmosfer yang unik dan nostalgik.
Mengunjungi Pasar Petak Sembilan adalah perjalanan melintasi waktu. Di sini, modernitas Jakarta seolah melambat dan memberi ruang bagi tradisi yang telah terjaga selama ratusan tahun. Bagi para pencinta fotografi, setiap sudut pasar menawarkan komposisi visual yang dramatis, mulai dari deretan lampion merah yang menggantung di langit-langit gang hingga wajah-wajah ramah para pedagang senior yang telah berjualan selama puluhan tahun. Artikel ini akan mengupas tuntas keistimewaan kawasan legendaris ini, mulai dari sejarahnya yang kaya hingga rekomendasi kuliner yang wajib Anda cicipi saat berkunjung ke Glodok.

Sejarah dan Asal Usul Nama Pasar Petak Sembilan di Glodok
Nama Pasar Petak Sembilan memiliki latar belakang sejarah yang menarik. Konon, nama ini merujuk pada sembilan petak rumah atau bangunan awal yang berdiri di kawasan tersebut pada masa kolonial Belanda. Seiring berjalannya waktu, area ini berkembang menjadi pusat pemukiman dan perdagangan bagi masyarakat Tionghoa, terutama setelah peristiwa Geger Pacinan tahun 1740. Pemerintah kolonial saat itu menata ulang kawasan luar tembok kota Batavia dan menjadikan Glodok sebagai konsentrasi utama komunitas Tionghoa.
Pecinan Glodok sendiri secara administratif merupakan bagian dari kelurahan Pinangsia. Namun, bagi masyarakat Jakarta, Petak Sembilan adalah identitas tersendiri. Di balik hiruk-pikuknya, pasar ini adalah simbol ketahanan budaya. Meskipun zaman berubah dan pusat perbelanjaan modern menjamur di Jakarta, loyalitas pelanggan pasar ini tetap tak tergoyahkan. Hal ini dikarenakan kualitas bahan pangan yang ditawarkan, seperti obat-obatan herbal tradisional China, teripang kering, hingga kue-kue tradisional, memiliki standar otentik yang tidak bisa digantikan oleh supermarket modern.
"Pasar Petak Sembilan bukan hanya tempat mencari nafkah, tapi juga ruang pertemuan budaya yang telah bertahan selama lebih dari tiga abad di tanah Jakarta." - Catatan Sejarah Lokal.
Eksplorasi Kuliner Legendaris di Gang Gloria dan Sekitarnya
Salah satu alasan utama wisatawan berkunjung ke Pasar Petak Sembilan adalah untuk melakukan wisata kuliner. Salah satu titik yang paling ikonik adalah Gang Gloria. Di gang sempit ini, terdapat deretan kedai makanan yang usianya sudah mencapai puluhan tahun. Dari hidangan halal hingga non-halal, semuanya tersaji dengan resep turun-temurun yang masih sangat terjaga keaslian rasanya.
Kopi Es Tak Kie yang Melegenda
Didirikan pada tahun 1927 oleh Liong Kwie Tjong, Kopi Es Tak Kie adalah kedai kopi tertua di kawasan ini. Tempat ini mempertahankan desain interior yang sederhana dan sangat tradisional. Menu andalannya adalah kopi es yang dibuat dari campuran biji kopi pilihan (Arabika dan Robusta) dengan racikan rahasia keluarga. Menyeruput kopi di sini memberikan sensasi seolah Anda sedang berada di era awal abad ke-20.
Soto Betawi dan Mie Khas Tionghoa
Selain kopi, Anda juga bisa menemukan Soto Betawi H. Ma'ruf (cabang dekat area Glodok) atau berbagai varian mie ayam dan bakmi yang sangat otentik. Bagi yang mencari hidangan khas, tersedia pula Sekba (jerohan babi rebus) dan Pi Oh (sup bulus) yang merupakan kuliner langka. Berikut adalah perbandingan beberapa kuliner populer di kawasan ini:
| Nama Kuliner | Jenis Hidangan | Estimasi Harga | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Kopi Es Tak Kie | Minuman (Kopi) | Rp 20.000 - Rp 35.000 | Kedai kopi legendaris sejak 1927. |
| Mie Ayam Gang Gloria | Makanan Berat | Rp 30.000 - Rp 50.000 | Tersedia varian halal dan non-halal. |
| Candra Naya (Sekba) | Hidangan Tradisional | Rp 40.000 - Rp 70.000 | Kuliner non-halal paling dicari. |
| Gado-Gado Direksi | Makanan Berat | Rp 40.000 - Rp 60.000 | Langganan para pejabat dan direksi bank. |

Wisata Religi di Vihara Dharma Bhakti
Berjalan sedikit lebih dalam ke area Pasar Petak Sembilan, Anda akan menemukan Vihara Dharma Bhakti (Kim Tek Ie). Didirikan pada tahun 1650 oleh seorang kapten Tionghoa bernama Luitenant Que Hoat-ko, vihara ini merupakan tempat ibadah tertua bagi umat Tri Dharma di Jakarta. Meskipun sempat mengalami musibah kebakaran beberapa tahun lalu, vihara ini telah direnovasi dan tetap menjadi pusat kegiatan spiritual yang sangat penting.
Saat perayaan Imlek atau Cap Go Meh, Vihara Dharma Bhakti menjadi sangat ramai oleh umat yang ingin berdoa dan wisatawan yang ingin menyaksikan ritual keagamaan. Ribuan lilin merah besar akan menerangi pelataran vihara, menciptakan suasana yang magis dan khusyuk. Pengunjung diperbolehkan masuk untuk berfoto selama tidak mengganggu kekhusyukan umat yang sedang beribadah.
- Waktu Operasional: Setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
- Etika Berkunjung: Berpakaian sopan dan menjaga ketenangan di area altar.
- Fokus Utama: Arsitektur atap bergaya China Selatan dan patung Dewi Kwan Im.

Panduan dan Tips Berkunjung ke Pasar Petak Sembilan
Agar kunjungan Anda ke Pasar Petak Sembilan berjalan lancar dan menyenangkan, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan. Mengingat lokasinya yang berada di pusat kemacetan dan area pasar yang padat, persiapan yang matang akan sangat membantu kenyamanan Anda.
- Datanglah Lebih Pagi: Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 07.00 hingga 10.00 pagi. Pada jam ini, semua pedagang sudah buka dan suhu udara belum terlalu panas.
- Gunakan Transportasi Umum: Area parkir di Glodok sangat terbatas. Sangat disarankan menggunakan TransJakarta koridor 1 dan turun di Halte Glodok, atau menggunakan Commuter Line dan turun di Stasiun Jakarta Kota.
- Siapkan Uang Tunai: Meskipun beberapa kedai besar sudah menerima QRIS, sebagian besar pedagang pasar tradisional masih mengutamakan transaksi tunai.
- Kenakan Pakaian Nyaman: Karena Anda akan banyak berjalan kaki di lorong yang mungkin sedikit becek dan panas, gunakan kaos yang menyerap keringat dan sepatu kets.
- Bawa Tas Belanja Ramah Lingkungan: Bantu kurangi sampah plastik dengan membawa tas belanja sendiri jika berniat membeli oleh-oleh atau bahan masakan.
Pasar Petak Sembilan juga menjadi surga bagi mereka yang mencari obat herbal China. Di sepanjang jalan, Anda akan menemukan toko-toko obat (Toko Obat Tay Seng Hoo, misalnya) yang menyediakan berbagai akar-akaran, bunga kering, dan ramuan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Para penjual biasanya cukup ahli dalam memberikan rekomendasi ramuan berdasarkan keluhan kesehatan yang Anda sampaikan.
Kesimpulan
Sebagai salah satu ikon budaya di Jakarta, Pasar Petak Sembilan menawarkan lebih dari sekadar tempat belanja. Ia adalah wadah asimilasi budaya, pusat kuliner legendaris, dan destinasi religi yang penuh makna. Mengunjungi pasar ini memberikan perspektif baru tentang kekayaan sejarah Jakarta yang inklusif dan beragam. Baik Anda seorang pecinta sejarah, penikmat kuliner, atau sekadar ingin merasakan atmosfer kota tua yang otentik, Petak Sembilan adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan dalam rencana perjalanan Anda di ibu kota.
Dengan tetap menjaga kelestarian dan menghormati tradisi lokal, kita turut serta dalam memastikan bahwa Pasar Petak Sembilan akan terus menjadi bagian penting dari identitas Jakarta untuk generasi mendatang. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan selama berkunjung dan bersikap ramah kepada warga lokal yang telah menjaga denyut nadi kawasan ini selama berabad-abad.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow