Keturunan Vlad Dracula dalam Jejak Sejarah dan Era Modern
Nama Vlad III atau yang lebih dikenal sebagai Vlad the Impaler (Vlad sang Penyula) telah lama melintasi batas sejarah dan masuk ke dalam ranah legenda populer. Namun, di balik taring fiksi karya Bram Stoker, terdapat fakta sejarah yang kompleks mengenai keturunan Vlad Dracula yang masih bertahan melewati abad-abad yang penuh gejolak di Eropa Timur. Menelusuri jejak darah penguasa Wallachia ini bukan sekadar mencari monster, melainkan memahami bagaimana sebuah dinasti politik bertahan dan berasimilasi ke dalam struktur kekuasaan di Benua Biru.
Vlad III lahir sebagai putra dari Vlad II Dracul, anggota Ordo Naga (Order of the Dragon) yang bertugas mempertahankan kekristenan di Eropa Timur dari ekspansi Kekaisaran Ottoman. Nama "Dracula" sendiri secara harfiah berarti "Anak sang Naga". Meskipun ia dikenal karena metode hukuman yang sangat kejam, bagi masyarakat Rumania, ia sering dianggap sebagai pahlawan nasional yang tegas dalam menjaga kedaulatan wilayahnya. Pertanyaan yang sering muncul kemudian adalah: apakah garis keturunan pria yang begitu ditakuti ini benar-benar terputus di medan perang, ataukah mereka masih hidup di antara kita hari ini dalam identitas yang berbeda?
Melacak Garis Darah House of Drăculești
Vlad III tercatat memiliki setidaknya tiga orang putra dari dua istri yang berbeda. Keberlangsungan keturunan Vlad Dracula berpusat pada House of Drăculești, salah satu cabang dari dinasti Basarab yang memerintah Wallachia. Anak tertua Vlad, Mihnea cel Rău (Mihnea yang Jahat), menjadi sosok paling krusial dalam menyambung silsilah ini. Mihnea sempat menduduki takhta Wallachia setelah kematian ayahnya, meskipun masa jabatannya singkat dan penuh dengan konflik politik.
Mihnea memiliki keturunan yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Transylvania dan sekitarnya. Sejarawan mencatat bahwa melalui pernikahan-pernikahan strategis, darah Dracula mulai merembes ke dalam keluarga bangsawan Hungaria dan kemudian ke seluruh aristokrasi Eropa. Penting untuk diingat bahwa pada abad ke-15 hingga ke-17, aliansi antar-keluarga bangsawan adalah kunci stabilitas politik, sehingga tidak mengherankan jika silsilah Dracula tidak hilang, melainkan menyatu dengan entitas politik yang lebih besar.
Mihnea cel Rău dan Pewaris Takhta Wallachia
Mihnea cel Rău adalah putra pertama Vlad III dari istri pertamanya yang identitasnya masih diperdebatkan (kemungkinan seorang bangsawan Transylvania). Mihnea berusaha keras mempertahankan legitimasi ayahnya di Wallachia. Ia memiliki seorang putra bernama Mircea III yang juga sempat mengecap kekuasaan. Melalui garis ini, silsilah Dracula terus berlanjut hingga beberapa generasi ke bawah, meskipun kekuasaan politik mereka mulai meredup seiring dengan semakin kuatnya pengaruh Ottoman di wilayah Balkan.
Data berikut merangkum beberapa tokoh kunci dalam silsilah awal yang menjadi fondasi bagi keturunan Vlad Dracula di masa depan:
| Nama Tokoh | Hubungan dengan Vlad III | Peran/Status |
|---|---|---|
| Mihnea cel Rău | Putra Sulung | Pangeran Wallachia (1508-1509) |
| Mircea III Dracul | Cucu | Pewaris takhta yang dibuang |
| Pătrașcu cel Bun | Cicit | Pangeran Wallachia yang diakui rakyat |
| Mihai Viteazul | Keturunan Jauh | Penyatu wilayah Rumania pertama kali |

Hubungan Mengejutkan dengan Kerajaan Inggris
Salah satu fakta yang paling sering mengejutkan publik adalah adanya hubungan genealogis antara keturunan Vlad Dracula dengan keluarga kerajaan Inggris saat ini. Hubungan ini bukanlah sekadar klaim tanpa dasar, melainkan hasil penelitian silsilah yang mendalam. Garis keturunan ini masuk melalui Ratu Mary (istri Raja George V), yang merupakan nenek buyut dari mendiang Ratu Elizabeth II dan nenek buyut dari Raja Charles III.
Ratu Mary memiliki nenek bernama Countess Claudine Rhédey von Kis-Rhéde, seorang bangsawan Hungaria yang lahir di Transylvania. Melalui garis Rhédey inilah, silsilah ditarik mundur hingga mencapai pangeran-pangeran Wallachia dari abad ke-15. Raja Charles III sendiri telah mengakui hubungan ini dalam berbagai kesempatan dan bahkan sering mengunjungi Transylvania untuk mendukung upaya konservasi bangunan bersejarah dan alam di sana.
Pernyataan Raja Charles III tentang Transylvania
Raja Charles III pernah menyatakan secara terbuka dalam sebuah wawancara bahwa ia memiliki hubungan darah dengan Vlad III. "Transylvania ada dalam darah saya," ujarnya dengan nada bercanda namun berdasarkan data sejarah yang valid. Ketertarikan sang Raja terhadap Rumania bukan hanya karena faktor silsilah, tetapi juga karena kekagumannya pada keanekaragaman hayati dan tradisi pedesaan yang masih terjaga di wilayah tersebut. Hal ini memberikan dimensi baru pada istilah keturunan Vlad Dracula, yang kini tidak lagi diasosiasikan dengan kekejaman, melainkan dengan pelestarian budaya.
"Silsilah adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu yang kelam dengan tanggung jawab masa depan. Mengetahui dari mana kita berasal membantu kita memahami arah yang harus kita tuju." - Kutipan adaptasi dari diskusi sejarah bangsawan Eropa.

Pewaris Modern dan Klaim Kastil Bran
Seringkali terjadi kerancuan antara keturunan Vlad Dracula secara biologis dengan pewaris properti yang sering diasosiasikan dengannya, seperti Kastil Bran. Kastil Bran, yang sering dipromosikan sebagai "Kastil Dracula", sebenarnya dimiliki oleh keluarga Habsburg melalui Archduke Dominic von Habsburg. Meskipun keluarga Habsburg memiliki kaitan kekerabatan jauh dengan bangsawan-bangsawan lokal, mereka bukanlah keturunan langsung dari garis laki-laki Vlad III.
Di era modern, sulit untuk menemukan seseorang yang menyandang nama belakang "Dracula" secara resmi karena nama tersebut lebih merupakan julukan atau gelar. Namun, secara genetik, ribuan orang di Rumania dan Hungaria mungkin memiliki persentase kecil darah dari House of Drăculești. Mereka hidup sebagai warga biasa, tanpa mahkota atau kastil, namun membawa warisan genetik dari salah satu sosok paling berpengaruh di abad pertengahan.
- Peter Borovan: Seorang individu yang pernah mengklaim sebagai keturunan langsung, namun bukti dokumentasinya sering dipertanyakan oleh para sejarawan profesional.
- Keluarga Bangsawan Rumania: Beberapa keluarga seperti dinasti Cantacuzino atau keluarga bangsawan lokal di wilayah Argeș diyakini memiliki kaitan darah melalui pernikahan silang di masa lalu.
- Analisis DNA Modern: Meskipun tes DNA bisa menunjukkan asal wilayah, sulit untuk memverifikasi secara spesifik garis keturunan dari satu individu dari abad ke-15 tanpa sampel pembanding yang murni (yang hingga kini masih sulit ditemukan karena makam Vlad III di Biara Snagov sering diragukan keaslian isinya).

Menilai Kembali Signifikansi Sejarah Sang Penyula
Pada akhirnya, pencarian terhadap keturunan Vlad Dracula membawa kita pada sebuah simpulan bahwa sejarah manusia adalah jaring yang saling bertautan secara rumit. Vlad III mungkin dikenal dunia sebagai sosok yang kejam, namun bagi keturunannya yang kini tersebar di berbagai lapisan masyarakat, ia adalah bagian dari identitas yang tak terpisahkan. Warisan biologisnya yang merembas hingga ke takhta Britania Raya membuktikan bahwa sejarah tidak pernah benar-benar mati; ia hanya bertransformasi.
Bagi Anda yang tertarik menelusuri lebih jauh, penting untuk membedakan antara karakter fiksi vampir ciptaan Stoker dengan realitas sejarah keturunan Vlad Dracula. Memahami silsilah ini memberikan perspektif bahwa kekuasaan, darah, dan legenda adalah elemen yang membentuk Eropa modern. Jika Anda berkunjung ke Rumania hari ini, Anda tidak akan menemukan monster, melainkan sebuah bangsa yang bangga akan sejarahnya yang tangguh, di mana jejak sang Penyula masih terasa di setiap dinding benteng dan lembah Transylvania yang berkabut. Rekomendasi terbaik bagi para penelusuri sejarah adalah melihat melampaui mitos pop dan menghargai bagaimana sebuah garis darah dapat bertahan selama lebih dari lima ratus tahun dalam kerahasiaan dan kemegahan aristokrasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow