Ziarah Sunan Ampel dan Panduan Lengkap Wisata Religi Surabaya
Ziarah Sunan Ampel merupakan agenda spiritual utama bagi banyak umat Muslim di Indonesia, terutama saat memasuki bulan Ramadan atau hari besar Islam lainnya. Terletak di jantung kota Surabaya, kawasan Ampel bukan sekadar destinasi wisata religi biasa, melainkan pusat peradaban Islam tertua di Jawa Timur yang didirikan oleh Raden Rahmat atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Ampel. Atmosfer di kawasan ini sangat unik, memadukan nuansa Timur Tengah dengan budaya lokal Jawa yang kental, menciptakan pengalaman batin yang mendalam bagi setiap pengunjung yang datang dengan niat tulus untuk mendoakan sang wali.
Kawasan ini selalu dipenuhi oleh ribuan peziarah setiap harinya, baik dari dalam kota maupun luar pulau. Melakukan ziarah Sunan Ampel memberikan kesempatan bagi umat untuk merefleksikan kembali perjuangan dakwah Islam di Nusantara yang penuh dengan toleransi dan kearifan lokal. Dengan arsitektur masjid yang megah serta lorong-lorong pasar yang menjajakan perlengkapan ibadah hingga kuliner khas Arab, kunjungan ke sini menjadi perjalanan multidimensi yang menyentuh aspek spiritual, sejarah, hingga sosial budaya.
Sejarah dan Peran Sunan Ampel dalam Dakwah Nusantara
Sunan Ampel diakui sebagai sosok sesepuh dari Walisongo, majelis ulama yang menyebarkan Islam di tanah Jawa. Datang dari Kerajaan Champa pada abad ke-15, Raden Rahmat membangun pesantren di daerah Ampel Denta atas izin Raja Majapahit. Di tempat inilah beliau merumuskan strategi dakwah yang sangat terkenal, yakni falsafah Mo Lima, yang bertujuan memperbaiki moral masyarakat pada masa itu agar menjauhi kemaksiatan yang merusak tatanan sosial.

Falsafah Mo Lima yang Legendaris
Falsafah ini menjadi pilar utama dakwah beliau yang masih relevan hingga saat ini. Ajaran ini sangat sederhana namun mencakup akar dari segala penyakit sosial. Berikut adalah isi dari ajaran tersebut:
- Moh Main: Tidak mau berjudi.
- Moh Ngombe: Tidak mau meminum minuman keras atau mabuk.
- Moh Maling: Tidak mau mencuri atau mengambil hak orang lain.
- Moh Madat: Tidak mau mengonsumsi narkotika atau candu.
- Moh Madon: Tidak mau berzina atau bermain perempuan.
Melalui pendekatan yang lembut dan berwibawa, Sunan Ampel berhasil mengislamkan banyak kalangan, mulai dari rakyat biasa hingga bangsawan Majapahit. Hal inilah yang mendasari mengapa makam beliau menjadi titik sentral bagi mereka yang ingin mengenang sejarah kejayaan Islam di Jawa.
Panduan Tata Cara Ziarah Sunan Ampel yang Benar
Melakukan ziarah Sunan Ampel memerlukan adab dan tata cara tertentu agar kekhusyukan tetap terjaga dan tidak mengganggu peziarah lain. Meskipun tidak ada aturan baku yang mengikat secara hukum, namun tradisi yang berlaku di lingkungan makam para wali sangat menekankan pada kesopanan dan ketenangan.
Persiapan dan Adab Memasuki Area Makam
- Menjaga Kesucian: Sangat disarankan untuk mengambil air wudu terlebih dahulu sebelum masuk ke area masjid dan pemakaman.
- Berpakaian Sopan: Kenakanlah pakaian yang menutup aurat dengan rapi. Bagi pria disarankan memakai sarung atau celana panjang dan peci, sementara wanita menggunakan hijab yang syar'i.
- Mengucapkan Salam: Saat sampai di depan pintu masuk area pemakaman, ucapkanlah salam kepada ahli kubur sebagai bentuk penghormatan.
Urutan Doa dan Dzikir
Setelah mendapatkan posisi duduk di sekitar makam, peziarah biasanya memulai dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dihadiahkan untuk Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan khususnya untuk Sunan Ampel. Dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil. Penting untuk diingat bahwa tujuan ziarah adalah mendoakan almarhum dan memohon keberkahan kepada Allah SWT, bukan meminta sesuatu secara langsung kepada makam, demi menjaga kemurnian akidah.
Fasilitas dan Informasi Operasional Kawasan Ampel
Kawasan Wisata Religi Ampel telah dikelola dengan cukup baik oleh pemerintah kota dan yayasan setempat. Fasilitas yang tersedia memudahkan peziarah untuk menghabiskan waktu lebih lama di lokasi ini tanpa merasa kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar.
| Aspek Layanan | Keterangan Detail |
|---|---|
| Lokasi Utama | Jl. Ampel Masjid No.53, Semampir, Surabaya |
| Jam Operasional | Buka 24 Jam (Puncak keramaian malam Jumat Legi) |
| Tiket Masuk | Gratis (Tersedia kotak infak sukarela) |
| Fasilitas Umum | Masjid, Tempat Wudu, Toilet, Area Parkir, Area Istirahat |
| Aksesibilitas | Dapat dijangkau dengan bus wisata, angkutan kota, dan ojek online |
Bagi peziarah yang datang dari luar kota, tersedia banyak penginapan di sekitar kawasan ini, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang yang berada di sepanjang Jalan Nyamplungan. Kemudahan akses ini menjadikan ziarah Sunan Ampel sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keunikan Arsitektur Masjid Agung Ampel
Selain makam, objek yang tak kalah menarik adalah Masjid Agung Ampel. Masjid ini memiliki arsitektur yang sangat khas dengan pengaruh gaya Jawa kuno dan sedikit sentuhan Arab. Salah satu yang paling menonjol adalah atap tajug tumpang tiga yang melambangkan tahapan dalam Islam: Iman, Islam, dan Ihsan.
"Masjid Ampel adalah saksi bisu bagaimana Islam beradaptasi dengan budaya lokal tanpa menghilangkan esensi ketauhidannya. Kayu jati yang digunakan pada tiang-tiang masjid ini masih asli sejak pertama kali dibangun."
Di sekitar masjid, terdapat lima gapura (pintu gerbang) yang melambangkan rukun Islam. Setiap gapura memiliki nama yang unik, seperti Gapuro Paneksen, Gapuro Madep, Gapuro Ngamal, Gapuro Wadung, dan Gapuro Munggah. Peziarah sering kali berhenti sejenak di setiap gapura untuk merenungi makna di balik nama-nama tersebut.

Eksplorasi Pasar Ampel dan Kuliner Khas
Tidak lengkap rasanya melakukan ziarah Sunan Ampel tanpa menyusuri lorong-lorong pasarnya. Pasar Ampel dikenal sebagai pusat oleh-oleh haji dan pernak-pernik Islami terbesar di Jawa Timur. Di sini, Anda bisa menemukan kurma dari berbagai negara, air zam-zam, minyak wangi non-alkohol, hingga tasbih dan sajadah dengan harga yang kompetitif.
Dari sisi kuliner, kawasan ini adalah surga bagi pecinta makanan khas Timur Tengah. Anda wajib mencoba Nasi Kebuli atau Nasi Briyani dengan daging kambing yang empuk. Jangan lewatkan juga kudapan ringan seperti Roti Maryam dan Samosa yang banyak dijajakan di sepanjang jalan menuju makam. Interaksi dengan pedagang yang mayoritas adalah keturunan Arab memberikan nuansa seolah Anda sedang berada di Madinah atau Makkah.

Merajut Kedamaian Hati di Kawasan Ampel Denta
Pengalaman spiritual yang didapatkan dari ziarah Sunan Ampel sering kali menjadi momen titik balik bagi banyak orang untuk memperbaiki diri. Kedamaian yang dirasakan saat melantunkan ayat-ayat suci di tengah ribuan orang lainnya menciptakan rasa persaudaraan (ukhuwah) yang sangat kuat. Kawasan ini membuktikan bahwa sejarah bukan hanya untuk diingat, tetapi untuk dihayati sebagai pelajaran berharga bagi generasi mendatang dalam menjaga kerukunan dan semangat berbagi.
Bagi Anda yang merencanakan kunjungan, pastikan untuk datang di waktu-waktu yang tenang jika ingin lebih fokus beribadah, seperti pada dini hari sebelum Subuh. Namun, jika ingin merasakan semaraknya energi religius yang meluap-luap, datanglah pada malam Jumat atau saat hari besar Islam. Akhirnya, setiap langkah menuju ziarah Sunan Ampel adalah langkah menuju pemahaman yang lebih dalam tentang akar Islam di Indonesia dan bagaimana kita seharusnya membawa nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan modern saat ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow